Ibu Adalah Rumah Bagi Keluarganya

80

Maya Miranda AmbaRsari, SH, MIB

Maya Miranda Ambarsari Berusaha Menyeimbangkan Antara Karir Dan Keluarga, Dan Yang Pasti, Sisi Spiritual Dalam Kehidupan Sehari-Hari.

 

Nama Maya Miranda Ambarsari sudah dikenal oleh banyak orang, khususnya oleh kalangan pebisnis. Perempuan yang akrab disapa Maya ini merupakan sosok wanita super bahkan luar biasa. Pasalnya wanita bersahaja, ramah dan low profile ini tidak hanya berhasil dikarier dan bisnis saja, namun di rumah ia adalah sosok ibu yang dapat menjadi panutan bagi keluarga maupun lingkungan sekitar rumahnya.

Bicara mengenai binis, super mom yang pernah menjalani profesi lawyer ini telah banyak makan asam garam. Perjalanan bisnisnya dimulai saat ia memutuskan berhenti menjadi pengacara. Bersama suami, ia kemudian mendirikan perusahaan tambang di Jawa Timur, pada 2005.

Setelah sukses dengan bisnis tambang, ia pun menyentuh bisnis properti yang beberapa diantaranya merupakan bergerak di sektor pariwisata.  Menggandeng Elliottii sebagai operator, ia memiliki beberapa bisnis properti butik guest house Elliottii Residence, seperti di Pondok Indah, Cipete, dan di Cisarua, Puncak, Jawa Barat.

Ibu & Kakak Perempuan Jadi Panutan Ketika ditanyakan pendapat mengenai perempuan Indonesia, Maya terlihat sangat antusias dan bersemangat. Ia pun bertutur, banyak sekali perempuan Indonesia yang mempresentasikan dirinya secara sempurna, baik itu berkaitan dengan urusan rumah tangga maupun kariernya.

“Saya bangga sebagai perempuan Indonesia, dan kagum dengan perempuan Indonesia, yang mampu melakukan multitasks secara bersamaan, karir dan rumah tangga, tanpa ada yang dikesampingkan. Walaupun begitu, saya juga kagum dan appreciate terhadap perempuan yang memilih menjadi ibu rumah tangga dan melepas semua atribut yang ada. Itulah pilihan dan tujuan hidupnya,mengabdi kepada keluarga” kata mantan Chairwoman of Srikandi, “Association of Indonesian Women in Multinational Marriages” ini.

Perempuan kelahiran 9 Juli  ini menyebutkan bahwa perempuan hebat bukanlah berpatokan hanya kepada perempuan yang sukses berkarier. Perempuan hebat adalah perempuan yang tahu bagaimana berperan dalam menjalankan hidupnya. Contohnya: ibu dan kakak perempuannya, yang merupakan panutan Maya selama ini. Menurut Maya, mereka berdua melambangkan perempuan Indonesia yang ideal, perempuan yang mengerti menempatkan dirinya namun tangguh dalam mengarungi hidup.

Maya berpendapat bahwa ada hal-hal di mana seorang perempuan harus “alert”. Bila memilih menjadi ibu rumah tangga, mereka sebaiknya mengerti bagaimana mengurusi kebutuhan suami dan anak-anaknya, pandai mengatur keuangan untuk mengamankan keluarga di masa mendatang.

Sebaliknya, bilamana memilih berkarir, maka serius dalam melaksanakan pekerjaan, sehingga profesional dalam bekerja dan berpola laku, namun demikian urusan keluarga jangan sampai terlantar, sebaliknya, tetap harus diprioritaskan, jal ini merupakan konsekwensi pilihan untuk berkarir.

 

HARI IBU YANG PALING BERMAKNA
Momentun perayaan hari ibu ditahun ini menjadi sangat istimewa bagi Maya. Karena untuk kali pertamanya, ditahun ini dirinya berpisah jauh, baik jarak dan waktu dengan sang putra tunggal kesayangannya yang bernama Muhammad Khalifah Nasif. Demi mengemban pendidikan, sang putra harus berjauhan dengan Maya. Dan Peringatan Hari Ibu kali ini menjadi kebahagian yang luar biasa bagi dirinya bisa berjumpa dengan sang putra.

“Bagi saya, hari ibu tahun ini sangat mengharukan. Saya tahun ini terpisah lama dengan anak saya karena dia sekolah. Dimana perpisahan ini harus saya ikhlaskan, demi anakku yang pergi merantau menuntut ilmu. Bagi saya ini berat, karena biasanya tidak pernah terpisah lama, selalu ada anak dan suami.  Namun hal ini terbayarkan sudah karena ada persembahan dari sekolah dihari ibu. Yang diperuntukan bagi para ibundanya. Jadi tahun ini hari ibu yang paling spesial,” ucapnya bahagia mengingat hari ibu yang akan dihabiskan dengan sang putra tunggal yang masih berusia 15 tahun.

Dalam hal mendidik anak Maya memiliki cara tersendiri. Menurut Maya mendidik anak remaja itu tidak perlu didikte untuk seperi apa yang diinginkan orang tua. Orang tua harus bisa mengajak bicara, semakin sang anak remaja maka orang tua harus bijak untuk mendengarkan mereka.

“Remaja itu sudah bisa berpikir sendiri. Marah itu bukan solusi dan tidak membuat anak menjadi pintar, justru hal itu membuat anak kita memendam luka. Biarkan mereka dewasa dengan caranya sendiri. Kita tidak boleh melukai hati mereka, karena mereka itu titipan Allah SWT,” terang Maya yang mengaku tak pernah sekalipun memarahi putranya, karena ia selalu bersolusi untuk berbicara woman to man.

Ditambahkannya mendidik untuk anak dewasa itu harus dilakukan sejak kecil.“Saya tidak memanjakan atau mengeraskan anak saya.Saya belajar dari orang tua saya dalam mendidik anak.Untuk bagaimana menghasilkan anak yang matang, dewasa dan bijak. Sehingga mereka tahu bagaimana untuk menolong dirinya dan membawa dirinya,” kenang Maya yang tak henti mengingatkan sang putra untuk tak lupa mengingat Allah SWT dalam segala hal.

Maya meyakini seorang ibu memiliki cara masing-masing dalam membesarkan anak-anaknya, sehingga tak bisa disamakan. Dan yang harus dikuatkan adalah bagaimana berkomunikasi dengan anak, karena anak butuh berbicara, didengarkan dan diajak bicara.

“Pesan saya untuk para ibu, semakin mereka besar anak-anak kita, mereka butuh orang tua untuk bercerita. Maka jadilah pelabuhan untuk anak-anak kita. Jadilah orang tua yang bila mana berbicara dengan kita, anak-anak merasa senang atau kita memberikan kebahagiaan. Maka jadilah kita orang tua yang betul-betul ada untuk mereka,” pesannya untuk para Ibu Indonesia di Hari Ibu 2017.

 

KELUARGA TETAP PRIORITAS
Maya sendiri sebenarnya adalah tipe perempuan multitasks yang lebih senang melakukan kegiatan di rumah. Meskipun sebagai pemilik beberapa perusahan dan juga kedudukan puncak, namun disisi lain, Maya sangat senang dengan kegiatan urusan rumahan, seperti mendekorasi rumah, memasak, berkebun dan tentunya mengurus keluarga.

Juga, bilamana sedang bersantai, Maya menikmati hari hari-harinya dengan berolahraga di rumah (berenang dan fitness) serta membaca dan menonton acara-acara favoritnya. Bahkan, tidak jarang ia lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaan kantor di rumahnya yang asri di bilangan Pondok Indah. “Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga adalah pekerjaan paling mulia dari seorang perempuan,” ungkap istri Ir. Andreas Reza, MH ini.

Maya berusaha menyeimbangkan antara karir dan keluarga, dan yang pasti, sisi spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Tidak heran, Maya biasa sholat tahajud ditengah malam, lalu tidur sejenak dan kemudian bangun pagi untuk shalat subuh, lalu memulai hari dengan berpikir positif. Sedangkan kegiatan mengaji, biasa dilakukan di mobil saat perjalanan menuju kantor.

Menurutnya, selalu terdapat hikmah dan “value” yang dapat dipetik setiap hari dalam kehidupan ini. Meskipun terlihat monoton, rutinitas tersebut selalu memberikan hal-hal baru yang dapat diambil dan dipelajari. “Yaitu nilai positif kehidupan. Tapi yang jelas, semua itu membuat hidup saya menjadi penuh kebahagian. No more working hard, just working smart. Alangkah meruginya saya bila tidak bisa menikmati keindahan yang telah diberikan oleh Allah itu, dengan kegiatan-kegiatan positif,” katanya penuh rasa syukur.

 

SIMBOL KEHEBATAN PEREMPUAN
Hebatnya lagi pengusaha cantik ini tak hanya  sibuk menekuni bisnis pertambangan yang keras dan didominasi oleh pria namun ia juga dikenal sebagai socialpreuner. Tak ayal, jika dirinya terpilih menjadi salah satu penerima Anugerah Perempuan Indonesia (API) 2017 yang diberikan langsung oleh Menteri PPPA Yohana Yembise. Dalam penghargaan ini Maya masuk dalam kategori Perempuan Wirausaha Sosial sebagai pendiri Rumah Belajar Miranda.

Debut Rumah Belajar Miranda dimulai sejak tahun 2015, yakni dengan menampung sebagian besar kaum perempuan yang kurang mampu yang kemudian diberikan pendidikan serta dilatih berbagai keterampilan. Dengan harapan kehadiran Rumah Belajar Miranda dapat membuat perempuan Indonesia bisa semakin cerdas terlepas dari kekurangan yang mereka punya.

“Intinya saya ingin melakukan lebih banyak lagi sehingga semakin banyak juga perempuan yang melakukan hal seperti itu. Rumah belajar Miranda ini dibangun rumah, agar mereka lebih cerdas lagi. Bisa dibilang ini adalah program akhirat saya. Jadi di sana kita ada TPA, PAUD, bahasa Inggris, matematika, hafidz Al-Quran, ada TK dan lainnya,”ujar Maya.

 

MENELADANI KEPEMIMPINAN NABI MUHAMMAD SAW
Dalam menjalankan perusahaan, Maya selalu mempedomani ajaran kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Di mana seorang pemimpin haruslah bersifat Sidiq, Amanah, Tabliq dan Fatonah, yang dijabarkan sebagai berikut: Sidiq, kejujuran, kebenaran selalu mendasari perilakunya sebagai Pemimpin. Amanah, kepercayaan yang diembannya tidak akan dikhianatinya.

Tabliq, keterbukaan menjadi cara Maya memimpin sehingga bawahan dapat mengetahui dan memahami kemana arah yang dituju perusahaan ini. Fatonah, cerdas, diwujudkan dengan terus menerus belajar, baik formal maupun non formal. Hal ini juga dilakukan terhadap karyawan sehingga mereka selalu meningkat kompetensinya

Sebagai orang berdarah suku Jawa dari garis papanya (H.M. Yusuf, SH, MBA, MH) Maya menerapkan asas-asas kepemimpinan menurut filsafat Asta Brata. Ajaran ini mengharuskan seorang pemimpin mewujudkan sifat-sifat yang dicontohkan oleh 8 (delapan) anasir alam yaitu api, angin, air, tanah, matahari, bulan, bintang dan mega. Memberikan kesejahteraan kepada bawahan seperti sifat tanah sebagai sumber penghidupan, memberi kesejukan seperti sifat mega, berlapang dada seperti lapang/luasnya lautan, memberi arah seperti sifat bintang dan lain-lain.

Sementara sang ibu Hj. Emmylia Latifah Yusuf berasal dari Bengkulu, Maya menerapkan filosofi; berani mengekpresikan apa yang menurutnya benar, tidak takut menegakkan kebenaran dan pantang menyerah, gigih dan ulet dan selalu beroptimis. Di tengah ribuan tenaga kerja diperusahaannya yang 97 persen laki-laki, ia menempatkan dirinya menjadi figure seorang ibu yang memberikan keteduhan, namun juga tegas. Corry

BUSINESS ACTIVITY

  • Shareholder Merdeka Copper and Gold Tbk (Gold Mining company)
  • Owner & President Director Tri Tunggal AgungPropertindo (Property company)
  • Owner Elliottii (8 Exclusive Guest Houses) area of Pondok Indah, KebayoranBaru and Puncak
  • Owner Gorjes Salon (WolterMongonsidi)
  • Owner Hatice Boutique (kemang and Pondok Indah)
  • Organization/Social Activity
  • Founder Rumah Belajar Miranda RBM “A social and semi social activities place for all people to study, for MajelisTa’Lim, TPA, PAUD, English Course, Math Course, reading and writing, Library and Media Library”
  • Secretary General PPLIPI (Perhimpunan Perempuan LintasProfesi Indonesia)