Turut Ciptakan SDM Indonesia Lebih Kompeten

58

Dra. Puspitasari Zorawar, M.Psi.T
HC & Leadership Coach, Managing Partner ExcellencIA Consultant

Pengalaman dan perjalanan hidup telah mendorong Dra. Puspita Zorawar, M.Psi.T untuk menekuni bidang human capital & Leadership. Karena tak banyak orang yang menyadari akan potensi dalam dirinya untuk menjadi seorang leader.

Mengawali karir sebagai staf Humas Universitas Gadjah Mada (UGM), Puspita muda terus menggali potensi yang dimilikinya. Keinginan­nya untuk mengembangkan diri telah mendorong perempuan berparas cantik ini, hijrah ke ibukota Jakarta yang dianggapnya memberi banyak kesempatan. Beberapa bidang pekerjaan pun sempat dicicipinya, seperti Advertising agency, PR, perbankan, perusahaan telekomunikasi, hingga properti.
Seiring dengan karirnya yang terus menanjak hingga berada di posisi senior profesional, sampailah Puspita di satu titik, dimana dirinya semakin menyadari akan pentingnya human capital dan leadership dalam sebuah organisasi, apalagi dalam bisnis global. “Pada kenyataannya banyak sekali sumber daya manusia (SDM)yang tidak percaya diri atau tidak mengenal potensi dirinya untuk menjadi kompeten (memiliki knowledge, skill, attitude), sehingga tidak memiliki kualitas kehidupan yang seharusnya,” ujar perempuan bergelar Magister Psikologi Terapan dari Universitas Indonesia ini. Menurutnya, SDM yang dapat membangun kompetensi dirinya, dapat mencapai hidup yang berkualitas, dan bagi para profesional, mereka yang kompeten dapat memberikan kontribusi terhadap kinerja positif perusahaan.

Peduli Kualitas SDM Indonesia
Keprihatinan Puspita akan kualitas SDM di Indonesia telah membuatnya memutuskan untuk berkiprah lebih dalam di bidang human capital dan leadership. Bersama dengan rekannya, di tahun 2005, Puspita membangun learning center Excellence Indonesia (ExcellencIA), sebuah wadah pengembangan diri dan kompetensi manusia Indonesia menjadi lebih kompeten, dimulai dari perubahan mindset.
Selain membidani ExcellecIA, Puspita juga berprofesi seba­gai dosen dan kolumnis di beberapa media. Dengan keahlian yang dimilikinya, Puspita masih sempat meluangkan waktu untuk melakukan coaching dan mentoring kepada orang-orang yang sangat berbatas kemampuannya agar mereka dapat lebih tahu bagimana menemukan solusi untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.
“Setiap orang berhak hidup layak, namun sering mereka tidak mendapatkan solusi untuk memperolehnya, karena mindset yang salah ataupun keterbatasan yang lain. Ini menjadi PR kita bersama, dimulai dari lingkungan kita sendiri, masyarakat kita, dan pada akhirnya untuk bangsa kita,” tutur ibu yang kedua anaknya memiliki prestasi di bidang akademis dan non akademis, salah satunya telah mendapat predikat sebagai mahasiswa berprestasi di salah satu fakultas di Universitas Indonesia.

Survive di Tengah Persaingan
Untuk selalu survive, Puspita menerap­kan strategi based on PEOPLE & CONNECTION yang menghasilkan INOVASI berkelanjutan. PEOPLE harus mengacu pada KOMPETENSI yang implementasinya, didukung oleh CORE VALUES (nilai-nilai postif yang terinternalisasi dalam setiap member organisasi) sebagai fondasi semua interaksi dan connectivity antara semua bagian.
Di tahun 2018 ini, Excellence Indonesia akan lebih intens lagi dalam misinya membangun SDM Indonesia, secara khusus dalam program membangun kompetensi sebagai leaders (Leadership skill).

Berharap Bisa Down to Earth
Konsistensinya di jalur pengembang­an SDM, membuat Puspita Zorawar kerap diundang sebagai pembicara dalam berbagai seminar, baik di corporate (learning & growth) maupun publik. Puspita juga pernah dipercaya sebagai Ketua Komite Kartini Next Generation 2015 dan Menpora Award-Desain Interior Youth Competition 2014.
Namun, ternyata masih ada keinginan yang belum terwujud dari seorang Puspita Zorawar yang ramah dan murah senyum ini. Dirinya ingin merealisasikan idealisme yang dimilikinya agar down to earth melalui concern-nya dalam aktivitas-aktivitas yang memfasilitasi woman empowerment. “Membangun human capital Indonesia dapat dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah masyarakat terkecil sebuah negara. Wanita mampu sebagai change agent untuk sebuh perubahan Indonesia menjadi lebih kompeten,” lanjut Puspita.

Keseimbangan Dalam Keluarga & Bisnis
Kesetiaan dan komitmen adalah akar yang kuat untuk membangun keluar­ga. Menurut Puspita, untuk menjaga keseimbangan keluarga dan bisnis, diperlukan komunikasi yang efektif juga antar suami istri dan anak-anak mereka. Puspita sangat piawai dalam time ma­nagement. “Not prioritize what’s on our schedule but to schedule our prioritize,” ujar Puspita.
“Kami saling terbuka satu sama lain, terbiasa open communication dalam membahas suatu hal,” ujar Puspita yang sangat terbantu dengan adanya teknologi komunikasi saat ini ketika puspita harus berkomunikasi dengan keluarga dan team/business partner. Dirinya sangat bersyukur memiliki pendamping hidup yang “ To Complete Not To Compete” dan sangat mendukung karirnya.
Dalam menjalani kehidupan dan pekerjaannya, Puspita Zorawar selalu menerapkan kasih. Bagi mantan penyiar di TVRI Yogyakarta ini, saling mengasihi ter­hadap sesama adalah pekerjaan yang abadi. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan menginternalisasi beberapa value-value positif bagaimana menjaga keharmonisan hubungan agar tetap bisa berkolaborasi menciptakan sebuah karya yang memiliki makna dalam kehidupan. n Yuli